JAKARTA - Wakil Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan bidang pendidikan, Musliar Kasim menyebutkan,
naskah soal Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia yang
memuat nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tersebar di 18 provinsi.
Terkait mengapa nama Jokowi bisa masuk
dalam salah satu butir soal UN, Musliar mengatakan bahwa soal UN
merupakan rahasia negara yang tidak sepertib buku kebanyakan. Sehingga
tidak bisa ditelaah secara terbuka. Karena itu, tanggung jawab utama ada
di tangan pembuat soal.
Dijelaskannya, Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP) hanya memberikan kisi-kisi mengenai Ujian Nasional.
Misalnya soal harus membuat nama tokoh. "Yang diatur olah BSNP itu kisi-kisi UN.
Di mana harus ada tokoh, itu yang digariskan. Siapa tokohnya, pembuat
soal yang menentukan," jelasnya.
Ditambahkan, penyusunan naskah soal UN
sudah dilakukan sejak 2013 lalu, sekitar bulan Juli. Sehingga Musliar
memastikan membuatan soal ini tidak ada hubungannya dengan politik,
terutama pencalonan Jokowi oleh salah satu partai sebagai presiden. "Penyusunan soal UN dimulai sejak tahun
2013, juli 2013. Soal pendidikan tidak ada hubungannnya dengan politik.
Ini terjadi secara kebetulan saja," jelasnya. (fat/jpnn)
HOME
0 komentar:
Posting Komentar